Monday, July 27, 2009
Nafsu

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

ufi : Mereka meyakini/tau/percaya bahwa Allah maha mengetahui maha penyayang maha segalanya tapi mereka mendurhakaiNYA, mereka tau Bahwa syaitan menipu bahwa dunia hanya sementara tapi mereka menaatinya..

Mereka berjalan dengan Nafsunya,mereka seperti manusia yang tak bertuhan sedang di bibir mereka mengatan aku bertuhan sedang sikapnya,caranya tidak sama sekali,dan mereka beralasan, bahwa jaman telah berubah, apakah jaman bisa menghilangkan ALLAH?Mereka berkata bahwa aku bisa tersingkir dari kaumku bila aku terlihat alim karena mereka akan menertawakanku, Bukankah syaitan Takut kepada mereka yang dekat dengan ALLAH?tentulah syaitan berpura2 tertawa sedang dibenaknya dia marah karena satu temannya di neraka telah pergi ke surga..

Perempuan itu,melenggokkan badannya saat berjalan dengan pakaian yang di anggapnya sopan sedang aurat mereka tidak mereka jaga dan pakaian mereka mengikuti liuk tubuhnya ,dimanakah harga dirinya?begitu lemahkah dia hingga syaitan dan nafsunya begitu kuat hingga memperdayanya,tidakkah mereka tau Kemurkaan ALLAH?, saat ditanyakan mengapa kamu begitu bukankah itu akan membuat orang2 melihatmu?tidakkah kamu takut fitnah?Mereka berkata "salah mereka yang melihat"..Bukankah Manusia punya mata?bukankah kamu menjadi wanita yang terhormat,bukan seperti Perempuan yang menghinakan diri dihadapan ALLAH sedang dalam hati kau berharap ke ampunan ALLAH..sungguh kejahilanmu akan menghancurkanmu..

Tanah Berkata: Mata indah mereka akan aku keluarkan, kulit mereka akan dimakan ulat2, darah mereka akan aku hisap, tulang rusuk mereka akan aku buat bersilangan dengan kujepit,lengan indah mereka akan aku lepaskan dari persendiannya satu persatu, dari dalam tubuh mereka akan keluar nanah,baunya menusuk..begitulah Ahli neraka akan di hancurkan dalam kubur..
sedang orang beriman akan mencium wangi surga, kubur mereka dilapangkan.. semoga ALLAH menjadikan kita Orang2 yang beriman.


Agar lebih jelas lagi apa itu Nafsu, berikut adalah pembagian2 nafsu..

Pembagian Nafsu

Pembagian nafsu secara garis besar, ada dua: Pertama, terdiri dari delapan tingkatan yang ditempuh oleh diri atau nafsu manusia:

1. Nafsu ammarah: nafsu yang selalu mendorong untuk berbuat sesuatu di luar pertimbangan akal yang tenang, sehingga tidak mampu membedakan mana yang benar mana yang salah, mana baik mana buruk.

2. Nafsu lawwamah: nafsu yang sudah punya kesadaran, sehingga seseorang yang (terlanjur) berbuat salah atau tercela, akan tersadar, lalu menyesali diri atau merasa berdosa. Nafsu ini berdiri di simpang jalan antara ammarah dan muthmainnah.

3. Nafsu Muthmainnah: nafsu yang telah didominasi dan dikuasai oleh iman lantaran sudah begitu masak oleh pengalaman dan gemblengan badai derita, sehingga mampu dan terampil memilah yang haq dari yang batil, di mana yang terakhir ini akan terpental dengan sendirinya. Di segala situasi, baik dalam duka derita maupun dalam suka cita, nafsu ini tetap dingin dan tenang. Atau dengan bahasa Buya Hamka, ia punya dua sayap: sayap sabar (di cuaca kelam dan kesulitan) dan sayap syukur (di saat jaya dan makmur). Di sini perlunya iman dan zikir.

4. Nafsu mulhamah: unsur jiwa yang menerima ilham dari Tuhan, misalnya berbentuk ilmu pengetahuan.

5. Nafsu musawwalah: nafsu yang bebas melakukan apa yang dimauinya tanpa peduli nilai aktivitasnya itu, kendatipun sudah mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil.

6. Nafsu radhiyah: unsur jiwa yang menginsafi apa yang diterimanya dan menyatakan rasa syukur dalam menerima ridha Allah.

7. Nafsu mardhiyah: nafsu yang senantiasa pasrah akan ridha Allah.

8. Nafsu kamilah: unsur jiwa yang telah memiliki kesempurnaan, baik kulit maupun isi, lahir atau batin, luar dan dalam.

Kedua, berupa sepuluh rupa nafsu (jiwa atau sifat tercela) yang mendekam dalam diri manusia, sehingga sekuat mungkin harus dijinakkan dan (kalau perlu) digilas.

1. Nafsu kalbiyah: Sifat anjing, yang perwujudannya antara lain suka memonopoli sendiri.

2. Nafsu himariyah: jiwa keledai, yang pandai memikul namun tidak mengerti secuil pun apa yang dipikulnya. Dengan kata lain, ia tak memahami masalah.

3. Nafsu sabu'iyah: jiwa serigala (suka-suka menyakiti atau menganiaya orang lain dengan cara apa pun).

4. Nafsu fa'riyah: nyali tikus, sebangsa merusak, menilep, atau semacamnya.

5. Nafsu dzatis-suhumi wa hamati wal-hayati wal-aqrabi, yaitu jiwa binatang penyengat berbisa sebagai ular dan kalajengking. (Senang menyindir-nyindir orang, menyakiti hati orang, dengki, dendam, dan semacamnya).

6. Nafsu khinziriyah: sifat babi, yakni suka kepada yang kotor,busuk, apek, dan yang menjijikkan.

7. Nafsu thusiyah: nafsu merak, antara lain suka menyombongkan diri, sok aksi, berlagak-lagu, busung dada, dan sebagainya.

8. Nafsu jamaliyah: nafsu unta (tak punya rasa santun, kasih sayang, tenggang rasa sosial, tak peduli kesusahan orang, yang penting dirinya selamat dan untung).

9. Nafsu dubbiyah: jiwa beruang. Biarpun kuat dan gagah, tapi sontok akal alias dungu.

10. Nafsu qirdiyah: jiwa beruk alias munyuk atau monyet (diberi ia mengejek, tak dikasih ia mencibir, sinis, dan suka melecehkan/memandang enteng).

MOHON MAAF BILA ADA KEKURANGAN..SEMOGA ALLAH MERAHMATI..

Jazakumullahu khair


Muhammad Al Islam.


Posted at 18:35 by bulet05/bram
Make a comment  

Friday, July 24, 2009
Bagaimana doa kamu dikabulkan oleh Allah

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.(Bagaimana doa kamu dikabulkan oleh Allah)

 
Today at 9:49am
Ibrahim bin Adham, seorang wali Allah pernah berkata:

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak menunaikan hak-hak Allah. Kamu kenal Allah tetapi tidak memenuhi hak-hakNya yaitu untuk disembah.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan isi Al-Quran. Kamu senantiasa membaca Al-Quran tapi tidak kamu amalkan isi-isinya.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu tidak mengamalkan sunnah Rasulullah. Kamu selalu bilang cinta kepada Rasulullah tapi kamu meninggalkan sunnahnya.
- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu patuh kepada syaitan. Kamu mengakui bahwa syetan itu musuh kamu tetapi kamu patuhi dia.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu mencampakkan diri kamu ke jurang kebinasaan. Kamu selalu berdoa supaya terhindar dari api neraka tapi kamu lemparkan dirimu sendiri ke dalamnya.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, kamu ingin memasuki Syurga tapi kamu tidak melakukan amal soleh.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu sedar kamu akan mati tetapi kamu tidak bersiap-siap untuk menghadapinya.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu melihat Cacat dan kekurangan orang lain, tetapi cacat dan kekurangan dirimu kamu tidak pernah melihatnya. Kamu sibuk memikirkan kesalahan dan keburukan orang lain sedangkan keburukan dan kesalahan dirimu sendiri tidak pernah kau hiraukan.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu merasakan kenikmatan yang diberikan Allah tetapi kamu tidak bersyukur, bersyukur dengan mematuhi segala perintah Allah.

- Bagaimanakah doa kamu dikabulkan oleh Allah, sedangkan kamu menguburkan jenazah orang lain tapi tidak menginsafi diri kamu sendiri bahwa kelak kamu juga akan dikuburkan.

Semoga Allah meridhai kita semua,ummat seluruh Alam..

Jazakumullahu khair..

Muhammad Al Islam


Posted at 19:36 by bulet05/bram
Make a comment  

Saturday, May 26, 2007
KENALI HATI MU



   ASSALAMU 'ALAIKUM WR. WB
            Mahisa Bramantya        

Peran hati terhadap seluruh anggota badan ibarat raja terhadap para prajuritnya. Semua tunduk kepadanya. Karena perintah hatilah istiqomah atau penyelewengan itu ada. Begitu pula dengan semangat untuk bekerja. Rasulullah Shalallahu alaihi Wa Salam bersabda: "Ketahuilah, di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan apabila ia rusak maka rusak pulalah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati. (HR Bukhari dan Muslim) 

Hati adalah raja. Seluruh tubuh adalah pelaksana seluruh titahnya, siap untuk menerima hadiah apa saja. Aktivitasnya tidak dinilai benar jika tidak diniatkan dan dimaksudkan oleh sang hati. Di kemudian hari, hati akan ditanya tentang para prajuritnya. Sebab setiap pemimpin itu bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.

Maka, pembenaran dan pelurusan hati merupakan perkara yang paling utama untuk diseriusi oleh orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta'ala. Demikian pula dengan mengkaji penyakit-penyakit hati dan metode mengobatinya merupakan bentuk ibadah yang utama bagi ahli ibadah.

Macam-Macam Hati

Hati bisa hidup dan bisa mati. Sehubungan dengan itu, hati dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu hati yang sehat, hati yang mati, dan hati yang sakit.

Hati yang sehat adalah hati yang selamat. Pada hari kiamat nanti, barangsiapa yang menghadap allah Subhanahu Wa Ta'ala tanpa membawanya tidak akan selamat. Allah berfirman:
"Adalah hari yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali ornag yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat." (QS. Asy-Syuara: 88 - 89)

Hati yang selamat didefiniskan sebagai hati yang terbebas dari setiap syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati ini selamat dari beribadah kepada selain Allah dan berhukum kepada selain Rasulullah. Ubudiyahnya murni kepada Allah. Iradahnya, mahabbahnya, inabahnya, ikhbatnya, khasyyah-nya, raja'nya, dan amalnya, semuanya lillah, karenaNya. Jika ia mencinta, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena Allah. Ini saja tidak dirasa cukup. Sehingga ia benar-benar terbebas dari sikap tunduk dan berhukum kepada selian Rasulullah. Hatinya telah terikat kepadanya dengan ikatan yang kuat untuk menjadikannya sebagai satu-satunya panutan, dalam perkataan dan perbuatan. Ia tidak akan berani bersikap lancang, mendahuluinya dalam hal aqidah, perkataan atau pun perbuatan. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang berfirman, janganlah kalian bersikap lancang (mendahului) Allah dan RasulNya, dan bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al-Hujurat: 1)

Hati yang mati adalah hati yang tidak mengenal siapa Rabbnya. Ia tidak beribadah kepadaNya dengan menjalankan perintahNya atau menghadirkan sesuatu yang dicintai dan diridhaiNya. Hati model ini selalu berjalan bersama hawa nafsu dan kenikmatan duniawai, walaupun itu dibenci dan dimurkai oleh Allah. Jika ia mencinta, membenci, memberi, dan menahan diri, semuanya karena hawa nafsu. Hawa nafsu telah menguasainya dan lebih ia cintai daripada keridlaan Allah. Hawa nafsu telah menjadi pemimpin dan pengendali baginya. Kebodohan adalah sopirnya, dan kelalaian adalah kendaraan baginya. Seluruh pikirannya dicurahkan untuk menggapai target-target duniawi. Ia diseru kepada allah dan negeri akhirat, tetapi ia berada di tempat yang jauh sehingga ia tidak menyambutnya. Bahkan ia mengikuti setiap setan yang sesat. Hawa nafsu telah menjadikannya tuli dan buta selain kepada kebatilan. Bergaul dengan orang yang hatinya mati ini adalah penyakit, berteman dengannya adalah racun, dan bermajlis dengan mereka adalah bencana.

Hati yang sakit adalah hati yang hidup namun mengandung penyakit. Ia akan mengikuti unsur yang kuat. Kadang-kadang ia cenderung kepada 'kehidupan', dan kadang-kadang pula cenderung kepada 'penyakit'. Padanya ada kecintaan, keimanan, keikhlasan dan tawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang merupakan sumber kehidupannya. Padanya pula ada kecintaan dan ketamakan kepada syahwat, hasad, kibr, dan sifat ujub, yang merupakan sumber bencana dan kehancurannya. Ia ada di antara dua penyeru; penyeru kepada Allah, Rasul, dan hari akhir, dan penyeru kepada kehidupan duniawi. Seruan yang akan disambutnya adalah seruan yang paling dekat, paling akrab.

Demikianlah, hati yang pertama adalah hati yang hidup, khusyu', tawadlu', lembut dan selalu terjaga. Hati yang kedua adalah hati yang gersang dan mati. Hati yang ketiga adalah hati yang sakit, kadang-kadang dekat kepada keselamatan dan kadang-kadang dekat kepada kebinasaan.

Diambil dari: Tazkiyah An-Nafs Konsep Penyucian Jiwa Menurut Para Salaf, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, Ibnu Rajab Al-Hambali, Imam Ghazali, Penerbit Pustaka Arafah
 







Posted at 12:29 by bulet05/bram
Comment (1)  



bulet05/bram
May 5th 1980  (Age 32)
Male
Bekasi
Mahisa Bramantya (Bram) " Friends are Angle who lift us to our feet when our Wings have Trouble Remembering how to fly "
   

<< May 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed